Iniakan membantu Anda sehingga tahu bagaimana kondisi bayi dalam kandungan. Cara untuk menghitung usia kehamilan biasanya berdasarkan HPHT atau Hari Pertama Haid Terakhir. Namun jika Anda tidak memiliki pola menstruasi yang teratur atau lupa kapan menstruasi terakhir maka memang sulit. Tapi Anda tidak perlu khawatir karena ada cara menghitung HPHTini bisa dipakai untuk mengetahui usia kehamilan seorang wanita. Sesudah melakukan test pack dan seorang wanita dinyatakan hamil, maka cara menggunakan Rumus Neagle tersebut adalah: Rumus Neagle = (Hari ditambah 7), (Bulan dikurang 3), (Tahun ditambah 1) Dari contoh di atas kita dapatkan HPHT tanggal 1-11-2011. 7m4b. – Masih banyak kasus dimana seorang ibu yang sedangmengandung atau pasangannya bingung dan tidak tahu bagaimana menghitung usia kehamilan janin sang ibu. Jika pada postingan kesehatan yang lalu saya sudah memberikan artikelCaraMenghitung Masa Subur WanitasertaTanda Tanda Kehamilan,maka untuk kali ini saya akan memberikan tips Cara Menghitung Usia Kehamilan yang akan sangat berguna bagi sang ibu dan pasangan untuk mengetahui usia kehamilan. Informasi ini saya sajikan dan olah dari berbagaisumber terpercaya. Untuk mengetahui Cara Menghitung Usia Kehamilan , silahkan anda simak beberapa penjelasanmetode untuk Menghitung Masa Kehamilan di bawah ini Cara Menghitung Usia Kehamilan Berdasarkan Siklus Haid. Pada metode ini, daur haid yang jadi patokan untuk menentukan usia kehamilan sang tanggal haid terakhir, dokter dapat memperkirakan usia kehamilan dan tanggalkelahiran si kecil yang dihitung berdasarkan rumus Naegele, yakni dengan menambahkantanggal haid terkahir dengan 7 hari+7, mengurangkan bulan bulan dengan 3 bulan – 3, danmenambahkan tahun dengan 1 tahun+1. Contohnya, bila haid terakhir tanggal 1 Juni 2011,maka hari atau tanggal yakni 1 ditambah 7 menjadi 8, Bulan Juni dikurang 3 menjadi Maret dantahun ditambah 1 menjadi 20012. Perkiraan tanggal persalinan adalah 8 Maret  Untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya Januari, Februari, dan Maret, maka bulannya ditambah 9, tapi tahunnya tetap.  Cara Menghitung Usia Kehamilan ini hanya bisa diterapkan pada wanita yang daur haidnya teratur, yakni antara 28-30 hari.  Perkiraan tanggal persalinan sering meleset antara 7 hari sebelum atau setelahnya. Hanyasekitar 5% bayi yang akan lahir sesuai perhitungan ini. Cara Menghitung Usia Kehamilan Berdasarkan Gerakan janin Pada kehamilan pertama, gerakan janin mulai terasa sesudah usia kehamilan 18-20 kehamilan ke-2 dan seterusnya, gerakan janin sudah terasa pada usia kehamilan trimester ke-3 usia kehamilan, gerakan janin akan semakin kuat dan sering. Namun,tak jarang janin justru kurang aktif Perkiraan ini dilakukan bila Anda lupa hari pertama haid terakhir. Berapa minggukah usia kehamilan saya jika saya baru telat tiga hari dari jadwal menstruasi yang seharusnya? Pertanyaan ini mungkin pernah diajukan Ibu saat mengetahui kehamilan Anda untuk pertama kali. Berikut ini akan kami bahas bagaimana cara menghitung usia kehamilan secara manual! Tidak ada cara mengetahui dengan pasti kapan Anda akan mengalami masa subur dan mengandung. Itulah sebabnya, periode menstruasi terakhir Anda seringkali digunakan sebagai patokan untuk mengetahui usia kehamilan. Untuk mengetahui cara menghitung usia kehamilan secara manual dengan menggunakan pengukuran ini, cobalah ingat kapan periode menstruasi terakhir Anda dimulai. Hari pertama haid terakhir Anda dihitung sebagai hari pertama kehamilan Anda. Beberapa perempuan lebih memilih untuk menghitung usia kehamilan mereka dari hari perkiraan mereka akan berovulasi, selama bulan di mana mereka dinyatakan hamil. Pengukuran tersebut menunjukkan perkiraan tanggal konsepsi, yang biasanya akan menjadi sekitar dua minggu setelah hari pertama haid terakhir Anda. Cara menghitung usia kehamilan secara manual Pengukuran melalui ketinggian fundus Bidan atau dokter Anda dapat mengukur ketinggian fundus Anda pada pemeriksaan kehamilan. Ketinggian fundus adalah pengukuran dalam sentimeter dari tulang pubis ke bagian atas rahim Anda. Ini harus tumbuh pada tingkat yang dapat diprediksi saat kehamilan Anda berlanjut. Setelah Anda mencapai kehamilan 20 minggu, tinggi fundus Anda biasanya akan sama dengan jumlah minggu kehamilan Anda. Dengan kata lain, saat hamil 21 minggu, tinggi fundus Anda mungkin akan sekitar 21 cm. Meskipun terkadang, ketinggian fundus ada yang tidak sesuai dengan usia kehamilan, namun perbedaannya biasanya tidak akan terlalu jauh. Ada beberapa alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi, tetapi beberapa di antaranya sangat normal. Dokter Anda mungkin akan memeriksanya melalui USG untuk memastikan semuanya akan baik-baik saja. Namun, tanggal due date atau hari perkiraan lahir tidak boleh disesuaikan berdasarkan tinggi fundus. Bagaimana jika lupa tanggal periode terakhir atau jika periode menstruasi Anda tidak teratur? Perhitungan tanggal due date akan lebih mudah diketahui jika periode menstruasi Anda teratur dan memiliki siklus setiap 28 hari. Perempuan yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, mungkin akan lupa dengan tanggal Hari Pertama Haid Terakhir HPHT. Apalagi, jika siklus periode Anda bervariasi panjangnya. Sudah pasti, hal itu akan membuat cara menghitung usia kehamilan secara manual akan lebih sulit. Solusinya, pemindaian USG bisa memberikan usia kehamilan dan tanggal due date yang lebih akurat. Dokter akan mengukur panjang janin Anda untuk memberi gambaran tentang kehamilan Anda. Artikel terkait Cara Menghitung HPL secara manual Menentukan usia kehamilan dan hari perkiraan lahir memang tidak selalu bisa akurat. Faktanya, hanya 5 dari 100 perempuan yang melahirkan sesuai tanggal due date yang sebenarnya. Namun, menentukan usia kehamilan yang bisa Anda ikuti sangat penting sebagai patokan untuk menerima perawatan pranatal yang baik dan tepat. Karena itu, sangat penting bagi setiap perempuan untuk mencatat tentang siklus menstruasinya. Dengan menghitung usia kehamilan, Anda juga bisa memantau kehamilan untuk memastikan apakah perkembangan janin sudah sesuai dengan tahapan usianya. Referensi Baby Center, VerywellFamily Baca juga Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android. Sebab, usia kandungan pada umumnya berlangsung selama 280 hari atau 40 minggu sampai saat melahirkan nanti. Pembuahan pun diprediksi terjadi pada dua minggu setelah Anda menstruasi. Oleh karena itu, menghitung menggunakan perhitungan minggu mempermudah Anda dan dokter untuk mengetahui apakah kehamilan Anda berlangsung dalam cukup bulan atau tidak. Pasalnya, bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu dianggap prematur, sedangkan yang lahir setelah 42 minggu dianggap postmature. Mengapa penting untuk menghitung usia kehamilan? Menghitung usia kehamilan dapat membantu Anda dan dokter untuk mengetahui seberapa jauh kehamilan Anda. Selain itu, mengetahui usia kandungan juga memberikan banyak manfaat untuk Anda dan dokter. Berikut adalah beberapa manfaat menghitung usia kehamilan. 1. Menentukan jadwal tes Mengetahui usia kehamilan membantu Anda dan dokter menentukan jadwal berbagai tes kesehatan yang diperlukan untuk memantau kondisi Anda dan janin. Salah satunya yaitu tes USG yang pertama kali harus dilakukan ketika kehamilan memasuki usia 6 minggu. Tes USG kandungan bertujuan mengetahui pertumbuhan dan perkembangan janin serta masalah atau kelainan pada janin yang mungkin terjadi. Ini juga dapat mengetahui apakah bayi yang Anda kandung termasuk kehamilan kembar. Tes USG dapat mendeteksi bayi kembar sebelum usia kehamilan 11 minggu. Selain itu, mengetahui usia kehamilan juga membantu dokter menentukan tes darah AFP. Tes darah AFP Alpha fetoprotein bertujuan untuk skrining risiko bayi cacat lahir dan idealnya dilakukan antara minggu ke-12 sampai 14 minggu. 2. Menentukan Hari Perkiraan Lahir HPL Menghitung usia kehamilan membantu Anda dan dokter untuk mengetahui hari perkiraan lahir HPL. Ketika mengetahui hari perkiraan lahir janin, Anda bisa menentukan perawatan ibu hamil yang diperlukan, seperti senam hamil. Mengetahui HPL juga dapat membantu dokter untuk mengetahui apakah bayi Anda lahir lebih cepat prematur atau justru lebih lambat setelah 42 minggu dari semestinya. Selain itu, memperkirakan usia kandungan juga akan membantu dokter untuk memantau kehamilan Anda. 3. Menentukan metode persalinan Mengetahui usia kehamilan juga penting untuk merencanakan pilihan cara bersalin, baik melahirkan normal atau caesar. Bagi ibu hamil yang berencana melahirkan caesar, mengetahui usia kehamilan dapat memprediksi kelahiran secara tepat. Pasalnya, kalau salah menghitung usia kehamilan, dikhawatirkan menyebabkan tubuh janin yang belum siap sempurna terlahir ke dunia. Bagi ibu yang berencana ingin bersalin dengan normal, mengetahui usia kehamilan juga sama pentingnya. Ini terutama jika Anda belum menunjukkan tanda-tanda mau melahirkan, padahal usia kehamilan sudah melewati batas postmature. Pada kasus ini, dokter dapat mempertimbangkan cara induksi tergantung berapa tepatnya usia kehamilan Anda. Untuk mengetahui usia kehamilan, biasanya ibu hamil akan dibantu oleh dokter atau bidan. Namun, Anda juga bisa mencobanya untuk menghitung usia kehamilan sendiri di rumah. Sebelum memulai cara menghitung usia kehamilan, Anda harus ingat dulu kapan tepatnya hari pertama haid terakhir HPHT Anda. Dengan HPHT ini, Anda bisa mengetahui hari minggu pertama kehamilan hingga minggu-minggu setelahnya. Nantinya, HPL juga bisa dihitung dari usia kandungan tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah rumus yang bisa Anda gunakan untuk menghitung usia kehamilan. 1. Menghitung minggu kehamilan Untuk mengetahui minggu pertama kehamilan Anda, caranya adalah menambahkan 7 hari dari tanggal menstruasi terakhir. Begini kira-kira rumusnya. Minggu pertama kehamilan= HPHT + 7 hari Sebagai contoh, hari pertama haid terakhir Anda adalah 8 Januari 2019. Maka, perkiraan minggu pertama kehamilan Anda adalah sebagai berikut. Tanggal minggu pertama kehamilan 8 Januari 2019 + 7 hari = 15 Januari 2019. Ini artinya, perkiraan minggu pertama kehamilan Anda, yaitu pada 15 Januari 2019. Untuk mengetahui usia kehamilan minggu-minggu setelahnya, Anda hanya perlu terus menambahkan 7 hari dari tanggal pada minggu sebelumnya. Begini kira-kira rumusnya. Minggu ke-n kehamilan= minggu ke-n – 1 + 7 hari Berdasarkan contoh dan rumus di atas, berarti begini kira-kira skenario untuk mengetahui minggu kedua kehamilan dan minggu-minggu setelahnya. Minggu ke-1 kehamilan 15 Januari 2019 Minggu ke-2 kehamilan 15 Januari 2019 + 7 hari = 22 Januari 2019 Minggu ke-3 kehamilan 22 Januari 2019 + 7 hari = 29 Januari 2019 Minggu ke-4 kehamilan 29 Januari 2019 + 7 hari = 5 Februari 2019 Begitupun seterusnya hingga Anda mengetahui minggu ke-40 kehamilan dan HPL bayi Anda. Dengan skenario di atas, maka hasil perkiraan lahir bayi dari menghitung usia kehamilan ini akan jatuh pada 15 Oktober 2019. 2. Menghitung HPL Selain dengan cara menghitung usia kehamilan tersebut, Anda juga bisa menentukan HPL dengan menggunakan rumus di bawah ini. HPHT+ 7 hari – 3 bulan + 1 tahun Contohnya, hari pertama menstruasi terakhir adalah 1 Januari 2019. Maka, HPL bayi Anda kira-kira sebagai berikut. 1 Januari 2019 + 7 hari = 8 Januari 2019. 8 Januari 2019 – 3 bulan = 8 Oktober 2018. 8 Oktober 2018 + 1 tahun = 8 Oktober 2019. Ini berarti, HPL bayi Anda, yaitu jatuh pada 8 Oktober 2019. Namun ingat, tanggal tersebut hanya perkiraan. Jadi, belum tentu bayi pasti lahir pada tanggal tersebut. Hanya sekitar 5 persen bayi yang lahir sesuai dengan HPL yang dihasilkan dari cara menghitung usia kehamilan. Selebihnya, bayi dapat lahir sebelum atau setelah tanggal perkiraan. Selain dengan cara di atas, Anda juga bisa menghitung usia kandungan dengan menggunakan kalkulator kehamilan. Usia kehamilan berbeda dengan usia janin Penting untuk diketahui bahwa usia kehamilan tidak sama dengan usia janin. Cara menghitung usia kehamilan dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir hingga kelahiran. Semantara, usia janin lebih sulit untuk dipastikan secara akurat karena tidak ada yang tahu kapan pembuahan terjadi. Itu artinya, Anda tidak bisa menggunakan cara menghitung kehamilan untuk mengetahui usia janin. Cara menghitung usia janin hanya bisa dilakukan dengan bantuan USG, tidak dengan perhitungan manual seperti usia kehamilan. Namun, perlu diketahui bahwa perbedaan antara usia kandungan dengan usia janin usia yang ditunjukkan oleh USG masih dianggap normal. Anda tidak perlu khawatir ada masalah pada perkembangan janin. Pada pemeriksaan selanjutnya, dokter dapat memastikan perbedaan usia kehamilan dan janin tidak semakin jauh. Hal ini tentu membantu untuk memperkirakan kapan bayi akan lahir, sehingga Anda bisa mempersiapkan kelahiran si kecil dari jauh-jauh hari. Namun, bila masih ragu atau bingung antara usia kehamilan dengan usia janin, konsultasi ke dokter kandungan akan sangat membantu. Pasalnya, usia kandungan saat melahirkan bisa berbeda-beda pada setiap ibu hamil. Haruskah mencatat tanggal menstruasi setiap bulan? Apabila berencana hamil, sebaiknya upayakan rutin mencatat jadwal haid dalam beberapa bulan terakhir. Kebiasaan ini bisa membantu Anda mengetahui masa subur sehingga mempermudah merencanakan kehamilan. Selain itu, tentunya, ini juga mempermudah Anda untuk menghitung usia kehamilan, sehingga bisa memperkirakan waktu kelahiran bayi. Pasalnya, masa ovulasi, usia kehamilan, dan hari perkiraan lahir semuanya berhubungan dengan siklus menstruasi. Maka, selalu ingatkan diri sendiri untuk langsung menandai kalender begitu haid keluar. Lakukan hal ini rutin setiap bulannya untuk mengetahui pola siklus menstruasi, terlebih jika Anda berencana memiliki momongan. Bagaimana kalau tidak tahu atau lupa tanggal menstruasi terakhir? Mengetahui tanggal menstruasi terakhir merupakan kunci untuk menghitung usia kehamilan dan perkiraan persalinan. Jika lupa untuk menandainya, tentu akan sulit untuk menghitung usia kehamilan yang dilakukan dengan cara manual. Biasanya dokter kandungan akan melakukan USG untuk mengukur panjang bayi dari ujung kepala sampai pantat tulang ekor bayi. Metode pemeriksaan ini disebut dengan crown rump length CRL. Cara tersebut dapat dilakukan saat usia kehamilan sekitar 6 hingga 14 minggu. CRL dapat memberikan informasi yang lebih akurat tentang usia kandungan Anda ketimbang dengan cara menghitung usia kehamilan manual. Pada dasarnya, semakin dini menjalani USG, akan semakin akurat usia kehamilan bayi. Selanjutnya, setelah usia janin memasuki 14 minggu, dokter akan menghitung beberapa hal berikut. Lingkar kepala. Diameter biparietal ukuran tulang pelipis kiri dan kanan. Pengukuran panjang femur tulang paha. Pengukuran di atas untuk menentukan perkembangan bayi di dalam rahim. Panjang tali pusat biasanya sama dengan CRL sepanjang kehamilan. Akurat atau tidak memprediksi HPL dengan menghitung usia kehamilan? Memprediksi hari perkiraan lahir dengan cara menghitung usia kehamilan memang tidak terlalu akurat. Jadi, jangan heran jika tanggal perkiraan lahir tidak sesuai dengan kenyataan. Sebab, pada dasarnya, usia kehamilan dihitung untuk memberikan gambaran mengenai seberapa jauh Anda telah menjalani masa kehamilan. Selain itu, hal yang harus dipahami adalah setiap kehamilan berbeda. Jangan terlalu terpaku pada tepat atau tidaknya usia kehamilan dari hasil hitungan di atas. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang menghitung usia kehamilan atau kapan hari perkiraan lahir, segera konsultasikan ke dokter kandungan, ya!