Darisekian banyak cerita dongeng, kisah para putri biasanya digemari anak perempuan. Mereka menemukan cinta sejati yaitu pangeran tampan dan akhirnya hidup bahagia selamanya. Cinderella selalu disuruh bekerja siang dan malam. Sinopsis dongeng cerita cinderella yang penyabar (prancis) cinderella adalah gadis yatim piatu. KehidupanLuna semakin berwarna ketika terjebak cinta tiga orang Pangeran tampan. Putra Mahkota Zander yang kaku, Pangeran Axel si perayu ulung dan Pangeran Enzo yang lembut. Banyak kejadian yang terjadi membuat Luna dekat dengan ketiga pangeran itu. Namun pada akhirnya Luna menjatuhkan hatinya pada salah satu pangeran. Salahsatu cerita anak yang cukup terkenal adalah kisah pangeran kodok dan putri kerajaan. Tanpa berlama-lama, kali ini dongeng anak: pangeran kodok dan putri kerjaan yang bisa Mama bacakan untuk si Kecil. Ada pesan moral yang baik diajarkan dari cerita ini, Ma. 1. Putri kerjaan yang bertemu seekor kodok ApkPermainan Cerita Cinta Ikan Duyung Untuk Muat Turun Android from dongeng putri duyung · 1. Kisah putri duyung dan pangeran baik hati dapat diceritakan ke anak sebagai dongeng sebelum tidur nih. Cerita dongeng putri duyung安卓下载 安卓版apk 免费下载 . Cerita dongeng putri duyung ariel yang rajin. P ada FilmPutri Dongeng - Kamu pasti sudah nggak asing sama karakter Disney Princess yang kisahnya sangat lekat di hati kita seperti Putri Salju, Cinderella, Putri Tidur, dan Belle. Dari kecil, mungkin kita sudah sering mendengar kisah dongengnya dan melihat film kartunnya. Saat kita kecil, siapa sih yang nggak suka dengan cerita putri cantik yang ditolong oleh pangeran tampan? Gadisyang bruntung dapat menikah dengan Pangeran yang sangat tampan. Ibu dan kedua kakak tirinya sangat senang mendengar kabar tersebut. ''Aku sangat ingin segera ke Istana, dan berdansa dengan Pangeran'' ujar kakak sulungnya. '' Hai jangan mimpi Kak, Aku lebih cantik darimu, jika nanti aku jadi Putri Raja, ibu pasti akan sangat Dahulukala di sebuah kastil besar, putri seorang Pangeran tumbuh bahagia dan puas, meskipun ibu tirinya cemburu. Kulitnya halus dan putih, jadi dia disebut Putri Salju. Semua orang yakin dia akan menjadi sangat cantik. Meskipun ibu tirinya adalah wanita yang jahat, dia juga sangat cantik, dan cermin ajaib memberitahunya setiap hari, kapanpun dia memintanya. Padasuatu hari, hiduplah seorang pangeran yang kaya dan tampan, tapi memiliki perangai yang kasar. Suatu hari, ia menghardik dengan kasar seorang nenek tua yang akan memegang tanamannya. Karena merasa tersinggung, nenek tersebut pun mengutuk sang pangeran menjadi buruk rupa. Betul saja, sang pangeran berubah menjadi monster dalam sekejap. UweLu. Pada zaman dahulu kala, dikerajaan dasar laut, hiduplah seorang putri ikan yang dinamai putri duyung. Putri duyung ini sangat cantik, memiliki suara yang merdu dan baik hati. Pada suatu malam, putri duyung ingin mencoba melihat bulan dari permukaan laut. Dia meminta izin dari paduka raja untuk sebentar ke permukaan laut untuk melihat bulan “Wahai ayah, aku ingin izin untuk sejenak melihat bulan dipermukaan laut” putri duyung meminta izin kepada ayahnya “Untuk apa anakku?” tanya ayah “Aku hanya ingin melihat bulan ayah. Malam ini sangatlah terang. Aku ingin melihat bulan dari jarak yang sangat dekat” “Baiklah, hati hati ya nak. Cepat pulang dan beristirahatlah” “Baik ayah” Putri duyung yang sudah mendapatkan izin dari raja langsung bergegas berenang menuju permukaan laut untuk melihat bulan yang sangat indah dari jarak yang paling dekat. Setelah lumayan lama berenang dari dasar laut, akhirnya putri duyung sampai dipermukaan laut. Indahnya bulan membuat putri duyung sangatlah Bahagia. Ia sangat senang dengan cahaya bulan yang begitu indah dan menawan. Dilain tempat, putri duyung melihat sebuah kapal yang tak jauh dari nya. Ia melihat seseorang didalam kapal itu. Perlahan putri duyung mendekatinya dan memperhatikannya. Seorang pangeran yang sangat tampan sedang merenung diatas kapal nya. Entah apa yang sedang difikirkan sang pangeran itu Putri duyung merasakan hal yang aneh dengan hatinya. Jantungnya berdegup kencang saat melihat pangeran tampan itu. Putri duyung jatuh cinta pada sang pangeran. Putri duyung yang tidak jauh dari kapal sang pangeran membuat dia terlihat oleh pangeran. Pangeran kaget dengan keberadaan putri yang ada dilaut “siapa kamu?” tanya pangeran “aku putri duyung. Sedang apa kamu malam malam di laut seperti ini?” “aku yang harusnya bertanya padamu, sedang apakamu berenang ditengah laut seperti ini?” tanya pangeran “aku hidup di laut pangeran, dan aku sedang melihat terangnya bulan” Putri duyung dan pangeran saling tertarik satu sama lain. Mereka saling mencintai setelah sering kali bertemu dilaut setelah perkenalan. Putri duyung sangatlah mencintai pangeran tampan begitu juga dengan sang pangeran yang juga sangat mencintai putri duyung Namun mereka berdua sadar bahwa mereka tidak bisa Bersatu karena mereka hidup di dua alam yang berbeda. Putri duyung yang tidak bisa Bersama dengan pangeran pun merasa sedih karena hal itu. Air mata putri duyung terus berhamburan menjadi Mutiara yang indah. Raja sangat tidak tega melihat anaknya yang terlihat menderita karena cintanya kepada manusia “wahai putri, janganlah kau bersedih terus. Ayah sedih melihat kamu seperti ini. Maaf kan ayah yang tidak bisa mewujudkan permintaanmu untuk Bersama dengan pangeran itu” Menerima kenyataan tidak semudah membalikan telapak tangan, putri duyung terus menangis karena keadaan yang tidak bisa mempersatukan nya dengan pangeran. Sampai akhirnya raja mendatangkan seorang pesihir untuk mencoba memberikan pilihan untuk putri duyung Putri duyung bisa memiliki kaki layaknya seorang manusia dan hidup didarat. Namun dengan konsekuensi suara merdunya akan hilang Tentunya itu adalah pilihan yang sangat berat untuk putri duyung dan juga raja. Raja sangat sedih jika harus berpisah dengan nya dan menjadi manusia didarat. Namun raja juga tidak ingin melihat anaknya menderita dan terus menangis karena cintanya yang tidak terwujud Sampai akhirnya putri duyung memilih untuk kehilangan suaranya dan menggantinya dengan kaki manusia untuk hidup didarat dengan sang pangeran Putri duyung dan pangeran pun menikah dan Bahagia Bersama selamanya Sumber internet Penulis adalah seorang pemerhati pendidikan anak-anak. Semua tulisan dan isi dalam website ini adalah dirangkum, diambil, di copy dari berbagai sumber di internet. Tulisan dan konten yang terdapat dalam website ini BUKAN hak cipta dari penulis. Jika ada tulisan atau isi konten yang tidak sesuai dan melanggar hak cipta, silahkan hubungi penulis agar segera dihapus. Terima Kasih. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Suatu hari disebuah dusun yang jauh dari keramaian hiduplah seorang putri. Dia merupakan anak kepala kampung di dusun itu. Putri tersebut memiliki wajah yang cantik nan menawan. Selain itu juga berhati mulia. Dia sangat penyayang kepada manusia maupun makhluk lainnya. Karena kebaikan hati sang putri itulah banyak pemuda yang menaruh hati padanya. Namun keinginan hati mereka hanya dipendam. Tak ada keberanian mengungkapkan perasaannya kepada Sang Putri. Padahal dia sendiri sangat berharap ada diantara pemuda yang mau jadi pendampingnya. Apalagi mengingat usianya sudah cukup dewasa. Tapi harapan itu tak pernah terkabulkan. Namun setiap saat Sang Putri tidak lupa berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar segera dipertemukan dengan malam yang sangat dingin Sang Putri bermimpi. Dalam mimpinya dia bertemu dengan seorang pemuda tampan di taman dekat hutan halaman rumahnya. Lelaki yang dia lihat dalam mimpinya itu berkulit putih serta memakai pakaian kebesaran ala pangeran kerajaan. Tak ada cacat sedikit pun. Baru saja pemuda itu akan mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Putri tiba-tiba angin bertiup kencang dan menerbangkannya masuk ke dalam hutan. Sang Putri menjerit. Dia kemudian terbangun. Diingatnya kembali mimpinya yang barusan dialaminya. “Pangeran Tampan!” desisnya dalam berencana akan mencari Pangeran itu dalam hutan besok pagi. Namun muncul kembali kekuatiran dalam dirinya. Pangeran tampan diserap masuk ke dalam hutan. Sementara hutan itu adalah hutan larangan. Orang dilarang bermain-main disana. “Jangan coba-coba masuk bermain di hutan sana. Itu berbahaya. Disana banyak malapetaka mengintai setiap ada yang berani menginjaknya.” Begitu kata tetangganya setiap mendekati hutan tersebut.***Pagi-pagi sekali Sang Putri nampak rapi. Dia akan masuk ke hutan tatkala matahari sudah naik setinggi tujuh tombak. Perlahan-lahan dia mendekati hutan larangan dekat taman. Dia melesat masuk ke dalam hutan. Hilang rasa takutnya seketika di hutan larangan. Yang dia harap hanyalah agar bisa bertemu dengan Pangeran Tampan seperti dalam mimpinya. Nampak olehnya pohon-pohon tumbuh meninggi. Batangnya besar-besar. Kelihatannya memang seram. Tapi dia merasa tidak ada keanehan di hutan ini. Malah suasana sejuk dan nyaman terasa. Dari jauh sayup-sayup kedengaran suara dibalik pohon yang sangat besar. Segera dia mendekati pohon besar itu. Dia melihat sebuah lubang besar dalam batang pohon itu. Sebuah Kelinci putih yang lucu. Sang Putri menjulurkan tangan dan menangkapnya. Kelinci diam dan menurut.“Kelinci yang manis. Kasihan kau hidup sendiri. Kenapa kau disini? Kok malah aku ketemu denganmu. kenapa bukannya pangeran tampan seperti yang kutemui dalam mimpiku.” Katanya kepada kelinci. Kelinci hanya geleng-geleng kepala. Sang putri kembali mendengar ada suara mendekat. Bukan suara kelinci itu. Dia melihat jauh ke depan. Seekor Serigala dengan mata menyala dan buas mendekati sang putri. Sang Putri panik. Dipegangnya erat-erat kelinci dan berusaha lari keluar hutan. Tapi Serigala malah mengejar sang putri. Semakin mendekat Serigala itu kepadanya. Dipercepat larinya. Tapi alhasil dia dijerat rumput yang tumbuh menjalar dan terjatuh. Kelinci lepas. Dia berteriak minta tolong.“Tolong!” sayang teriakannya tak berarti. Tak satupun mendengarnya. Dia seakan sudah tercabik-cabik oleh gigitan serigala. Pikirannya gelap. Seperti kiamat terjadi padanya. Tapi kenyataan malah berkata lain. Dirinya masih dalam posisi tertelungkup. Dia merasa baik-baik saja. Tak ada rasa sakit ataupun rasa digigit oleh serigala. Segera dia balik badannya. Terlihat disebelahnya Serigala mati dan berlumuran darah. Sang Putri kaget. Diperhatikan sekelilingnya, mencari Kelinci yang lepas darinya. Namun malah dia melihat seseorang berdiri tak jauh darinya. Dia sedang memegang parang panjang. Dialah yang memenggal leher serigala itu sehingga tidak jadi mengoyak tubuh Sang Putri. Seorang pemuda seperti yang dia lihat dalam mimpinya. Sangat tampan dan rapi. Dikucek-kuceknya matanya. Barangkali dia bermimpi kembali. Namun jelas bahwa ini bukan mimpi. Dicubit lengannya, masih terasa sakit. Pemuda tampan itu mendekati dan mengulurkan tangannya membantu Sang Putri bangkit. “Terima kasih sudah menolongku. Kamu siapa?” Tanya sang Putri.“He…he, kau pasti tidak percaya kalau kukatakan bahwa akulah yang barusan kau tolong di dalam lubang pohon kayu itu.” Kata pemuda tampan sambil menunjuk pohon tempat kelinci tadi.“Hah, jadi kaulah Kelinci Putih itu?” jawab Sang Putri.“Iyya, akulah kelinci itu. Aku telah dikutuk oleh Ayahku yang juga raja di negeri ini. Dia mengutukku jadi kelinci ketika masih umur tujuh tahun karena melakukan sebuah pelanggaran besar. Tapi kutukan akan lepas pada umur dewasa jika seorang perempuan sebaya denganku datang menolong keluar dari lubang besar. Dan sekarang kaulah perempuan penolongku. Maka sebagai balasannya akan kupersunting kau jadi istriku.” Kata Pemuda tampan putri terdiam mendengar kata-kata pemuda itu. Ternyata dialah Pangeran tampan seperti dalam mimpinya. “Mari kita ke istana kerajaan. Ayahku pasti sudah menunggu kita.” Ajak Pangeran Sang Putri pun hidup bahagia di istana kerajaan bersama Ayahnya yang hanya kepala kampung. Itu semua berkat kebaikan Sang Putri yang suka Syarif Syam Lihat Dongeng Selengkapnya Ingin membaca kisah seru dari dongeng 12 Putri Menari? Tak perlu berlama-lama lagi. Mending cek langsung saja kisah lengkapnya di artikel ini. Kami juga telah memaparkan beragam informasi menarik lainnya. Selamat membaca!Dongeng 12 Putri Menari tak hanya cocok untuk anak-anak saja. Kisah serunya juga cocok untuk menjadi bacaan dari segala usia. Kamu udah pernah membaca kisahnya belum, nih?Sebagai gambaran, cerita dongeng ini mengisahkan tentang 12 Putri Raja yang secara misterius selalu menari di malam hari. Akan tetapi, Raja tak pernah tahu di mana tempat anak-anaknya menari. Oleh sebab itu, Raja mengumumkan sebuah sayembara untuk mencari tahu keberadaan putri-putrinya di malam ada yang sanggup menemukan mereka? Baca cerita selengkapnya dongeng 12 Putri Menari di artikel ini, yuk. Ulasan seputar unsur intrinsik, pesan moral, dan fakta menariknya di artikel ini, yuk! Alkisah, pada zaman dahulu, di negeri yang jauh di sana ada seorang raja kaya raya yang memiliki 12 anak perempuan cantik. Raja sangat menyayangi dan melindungi seluruh anak perempuannya. Setiap malam, keduabelas putri tidur di dalam satu ruangan yang sangat besar dengan kasur yang berbeda-beda. Kamar mereka tampak mewah dan megah. Sebelum mereka tidur, Raja selalu memastikan anak-anaknya baik-baik saja. Pada suatu pagi, Raja mendapati sesuatu yang aneh. Sepatu anak-anaknya tampak kusam dan berlubang, seakan-akan mereka telah menari sepanjang malam. Setiap hari, Raja memberi mereka sepatu baru. Namun, pada keesokan harinya, sepatu mereka tampak lusuh lagi. Begitu seterusnya. Raja merasa para putri pergi menari. Akan tetapi, Raja tak tahu bagaimana itu bisa terjadi atau di mana anak-anaknya menari. Ia lalu bertanya pada seluruh jajaran pegawai istana, tapi tak ada satu pun yang tahu dari mana para putri semalaman. Merasa khawatir dengan keselamatan anak-anaknya, sang Raja memutuskan untuk mengunci pintu kamar para putri saat mereka tidur. Ia juga meminta pengawal istana untuk menjaga kamar putri dengan ketat. “Jaga kamar anak-anakku dengan baik. Jangan biarkan mereka keluar atau jangan biarkan ada orang yang masuk. Aku tak ingin ada hal buruk menimpa mereka,” ucap sang Raja khawatir. Meski Raja telah mengunci ruangan dan para pengawal siaga menjaga kamar putri, keesokan harinya tetap saja sepatu mereka tampak lusuh dan berlubang. “Anak-anakku, ke manakah kalian berada saat malam? Kenapa tiap pagi sepatu kalian tampak lusuh?” tanya Raja., “Emm, kami hanya tidur, Ayah. Bukankah ayah mengunci dan menjaga kamar kami?” ucap Putri Sulung. Raja hanya terdiam mendengar jawaban sang putri. Namun, ia tak berhenti mengkhawatirkan anak-anaknya. Baca juga Dongeng Kembang Melati dan Kupu-Kupu Emas Beserta Ulasan Menariknya, Kisah Pengingat untuk Selalu Menjalankan Amanah Mengadakan Sayembara Setelah berpikir semalamam, akhirnya Raja memutuskan tuk membuat sayembara. “Pengawal, aku perintahkan kalian untuk menyebarkan sebuah pengumuman penting,” perintah Raja. “Pengumuman apakah itu, Baginda?” tanya salah satu pengawal. “Seperti yang kalian ketahui, anak-anakku sepanjang malam menari hingga sepatu mereka kumuh dan berlubang. Karena itu, sebarkan sayembara bahwa aku sedang mencari orang yang bisa menemukan rahasia tersebut. Siapa pun boleh mencobanya. Jika ia laki-laki, maka ia akan menjadi menantuku dan boleh memilih salah satu anakku. Jika perempuan, akan kuberi ia hadiah apa pun keinginannya,” ucap Raja. “Namun, bagi siapa pun yang mencobanya dan tidak berhasil setelah tiga hari tiga malam, maka akan dihukum mati,” imbuhnya. Para pengawal pun bergegas memberitahukan sayembara itu ke seluruh penjuru negeri. Kabar tersebut tersebar dengan cepat hingga ke luar negeri. Lalu, datanglah seorang pangeran tampan dari negeri seberang. “Tuan, hamba adalah anak dari Raja negeri seberang. Hamba ingin mencoba memecahka rahasia dari para putri,” ucap pangeran tersebut. Dengan senang hati Raja menyambut pangeran itu. “Aku berharap lebih padamu. Semoga saja kau bisa memecahkan misteri ini,” ucap Raja. Lalu, pengawal mengantar pangeran ke kamar sebelah kamar para putri. Pangeran itu sangat senang karena ia berbaring di sebelah kamar para gadis cantik. Ditambah lagi, kamar putri dibiarkan terbuka begitu saja agar pangeran bisa memberikan pengawasan. “Aku akan terus mengawasi mereka dan menjadi salah satu suami dari para gadis cantik itu,” ucapnya dalam hati. Ketika malam tiba, putri bungsu datang menghampiri kamar pangeran. “Tuan pangeran, aku bawakan segelas anggur merah untuk menyambutmu,” ucapnya. “Oh, terimakasih, Putri cantik. Aku akan meminumnya,” dengan satu tegukan saja ia berhasil menghabiskan minuman itu. Tak Ada yang Berhasil Setelah memberikan minum, putri bungsu kembali ke kamarnya. Pangeran tidak menutup kamarnya karena ingin mengawasi gerak gerik para putri. Namun, tak lama kemudian, tiba-tiba saja pangeran mengantuk dan tertidur begitu saja. Pangeran tidur dengan sangat pulas. Ia terbangun ketika fajar datang. “Hah, kenapa aku malah tertidur? Wah, pagi sudah datang. Gagal sudah aku mengawasi para putri,” ucapnya dalam hati. Ketika ia melihat ke kamar sebelah, sepatu-sepatu putri telah kumuh dan penuh lubang. “Gawat! Besok aku tak boleh gagal!” ucapnya dalam hati. Namun, pada malam kedua dan ketiga, pangeran lagi-lagi tertidur dan gagal mengawasi para putri. Pada akhirnya, pangeran mendapatkan hukuman mati. “Sesuai sayembara yang kujanjikan, maka kuperintahkan para pengawal untuk menghukum mati pangeran itu. Seorang Raja tidak akan pernah mengingkari janjinya,” ucap Raja memerintahkan pada para pengawal. Beberapa hari kemudian, datanglah pria yang lainnya. Namun, ia juga mengalami nasib nahas. Ia ketiduran dan menyia-nyiakan kesempatannya. Maka, hukuman mati harus ia terima. Tak hanya sekali dua kali, beberapa pria gagal dalam mencari tahu apa yang para putri lakukan. Raja sampai sedih karena mereka. “Aku tak suka menghukum mati orang-orang. Tapi, bagaimana dengan anak-anakku? Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka?” ucap Raja merasa sedih dan bertanya-tanya. Prajurit yang Terluka Di sisi lain, ada seorang pemuda yang merupakan mantan prajurit perang. Ia tak lagi menjadi prajurit karena mengalami luka-luka dalam pertarungan. Suatu hari, ia merasa sangat bosan karena harus berdiam diri di rumah. Tidak ada hal lain yang bisa ia lakukan. “Apa yang harus aku perbuat sekarang? Apakah aku harus pergi ke kerajaan untuk mencari pekerjaan?” ucapnya dalam hati. Setelah berpikir sekian lama, akhirnya, pemuda itu memutuskan untuk pergi ke istana dan menemui raja. “Ya, benar. Aku harus ke istana kerajaan untuk mencari pekerjaan. Aku yakin mereka punya pekerjaan untukku karena aku telah mengabdi di sana sekian lamanya,” ucapnya dalam hati. Ia bergegas pergi ke istana. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan seorang nenek yang sedang mengalami kesulitan karena barang-barannya berjatuhan. Di saat orang lain tak peduli, pemuda itu menolong sang nenek dengan tulus. “Nek, apakah kau baik-baik saja? Silakan nenek duduk saja. Biarkan aku yang mengambil barang-barangmu,” ucap pemuda itu dengan lembut. “Hai, anak muda. Terima kasih karena telah membantuku. Kau mau ke mana?” tanya sang nenek. “Sebenarnya, aku hendak ke kerajaan, Nek,” jawab pria itu. “Oh, apakah kau hendak mengikuti sayembara itu?” tanya sang nenek lagi. “Sayembara apa, Nek? Aku hanya mencari pekerjaan karena sudah cukup lama di rumah saja,” jawabnya. “Kalau begitu, ikutilah sayembara yang Raja adakan. Ia ingin mencari tahu ke mana perginya para putri saat malam. Jika kau berhasil menemukannya, kau bisa menikahi salah satu di antara mereka,” jelas wanita tua itu. “Begitu rupanya,” jawab prajurit yang tampak tertarik dengan sayembara tersebut. “Apakah kau tertarik untuk mengikutinya? Aku sarankan kau tak meminum anggur yang putri berikan padamu jika ingin berhasil mengetahui keberadaan mereka. Lalu pura-puralah tidur setelah menerima anggur itu. Terimalah hadiah jubah ajaib ini karena kau telah membantuku. Jubah ini bisa membuatmu tak terlihat,” ucap sang nenek misterius itu. “Baiklah, Nek, terimakasih,” ucap pemuda itu. Prajurit Mengikuti Sayembara Setelah membantu sang nenek, pemuda itu melanjutkan perjalanannya ke kerajaan. Ia juga membawa jubah ajaib yang nenek berikan. Selama perjalanan, sang prajurit memikirkan nasihat dari nenek. Ia lalu memutuskan untuk mencoba peruntungannya dengan mengikuti sayembara itu. “Tampaknya aku ingin mencoba mengikuti sayembara itu. Siapa tahu aku mendapatkan keberuntungan,” ucap sang pria. Sesampainya ia di istana, Raja menyambutnya dengan baik. Raja berharap kali ini sang prajurit bisa menemukan rahasia dari anak-anaknya. Sejatinya, ia merasa sedih karena telah menghukum mati beberapa orang. Saat malam tiba, prajurit berwajah tampan itu dibawa ke kamar dekat ruangan para putri. Saat dia akan berbaring, Putri bungsu membawakan secangkir anggur. “Hai, Tuan. Selamat datang di istana kami, untuk menyambutmu, aku bawakan segelas anggur merah. Minuman ini bisa menghangatkan badanmu,” sang Putri. Prajurit itu lupa akan nasihat sang nenek. Ia lalu meminum sampai habis minuman itu. Alhasil, ia pun merasa sangat mengantuk dan tertidur dengan pulas hingga pagi datang. “Oh, tidak! Seharusnya aku memakai jubah di malam hari dan mengawasi para putri. Tapi, kenapa aku malah ketiduran?” keluhnya dalam hati. Pada malam kedua, prajurit itu mengawasi lagi dengan seksama kamar putri. Ia tak ingin melewatkan sedetikpun kegiatan para gadis cantik itu. “Kali ini, aku tak akan ketiduran. Aku harus bisa menahan rasa ngantuk agar bisa mengawasi para putri dan memecahkan misteri sepatu,” ucap prajurit itu. Tak lama setelah itu, datanglah putri kedua membawakan segelas jus lemon untuk prajurit. Sayangnya, prajurit masih belum ingat dengan pesan sang nenek. Ia pun langsung meminum air pemberian sang putri. Tentu saja dia pun tertidur lagi. Keesokan harinya, ia kembali menyalahkan dirinya sendiri. “Kenapa aku terus-terusan tertidur? Rasanya memang sangatlah mengantuk,” ucapnya dalam hati. Ia lalu melihat isi tasnya dan menemukan jubah pemberian sang nenek. Dari situ barulah ia sadar, “Oh! Bodoh sekali aku! Aku melupakan nasihat nenek yang aku temui dua hari lalu. Harusnya aku tidak meminum apa pun dari para putri. Pasti ada obat tidur yang diberikan oleh putri-putri itu. Rupanya mereka sangat nakal,” gumamnya. Malam Terakhir Pada hari ketiga, Raja menemui prajurit muda itu. “Dua hari sudah berlalu dan kau masih belum bisa memecahkan misteri sepatu para putri? Jika kau gagal hari ini, aku akan memberikan hukuman mati padamu,” ucap Raja sambil meninggalkan sang prajurit. Prajurit harus memecahkan misteri itu malam ini. Untuk terakhir kalinya, ia berjaga dan mengawasi kamar putri. Seperti dua malam sebelumnya, kali ini yang datang membawa minum adalah Putri Sulung. Dengan senyumnya yang manis, ia memberikan minum pada prajurit. “Tuan prajurit, kau pasti haus. Ini aku berikan padamu jus jeruk yang lezat,” ucapnya. “Emm, baiklah Putri. Aku akan menghabiskan minuman ini nanti,” jawab sang prajurit. Putri lalu kembali ke kamarnya. “Kak, sudah kau berikan minuman itu ke prajurit?” tanya salah satu adiknya. “Sudah, adikku. Ia nanti akan tertidur, lalu kita bisa menari lagi,” jawab si sulung. Sesuai nasihat dari sang nenek, prajurit itu tidak meminum anggur yang putri berikan. Ia lalu berpura-pura tertidur. Tepat jam 11 malam, si bungsu dan kakaknya mendatangi kamar prajurit. “Tampaknya ia sudah tertidur, Kak. Aku bisa mendengarnya mendengur. Kita bisa menari sekarang,” ucap si Bungsu. Mereka lalu tertawa terbahak-bahak. “Orang ini tak seharusnya mengikuti sayembara. Bukankah banyak pria yang telah mati karena tak sanggup memenuhi syarat yang Raja berikan? Hmm, harusnya ia bisa lebih cerdas dan bijak,” ucap kakak tertua. “Kau tak tampak tak rela membiarkannya mati, Kak. Ada apa?” tanya salah satu adik. “Emm, tidak apa-apa,” jawab si sulung. Tampaknya, ia sedikit tertarik dengan ketampanan prajurit itu. Namun, ia tak boleh bersikap egois hanya karena perasaannya itu. Mengikuti Para Putri Setelah itu, para putri membuka lemari pakaian dan memilih gaun cantik. Mereka mengganti pakaian tidur dengan gaun-gaun itu. Tak lupa mereka berdandan dengan sangat cantik. Mereka melompat-lompat kegirangan. Tampaknya, para putri ini sangat bersemangat untuk menari. Lalu, tiba-tiba si bungsu berkata, “Kakak-kakakku, tidakkah kalian merasa khawatir? Entah kenapa, kali ini perasaanku sungguh tak enak. Tampaknya, akan ada kejadian buruk menimpa kita.” “Tenanglah adikku. Tidak akan ada kejadian buruk yang menimpa kita. Sekarang, cepatlah bersiap-siap, karena para pangeran telah menunggu,” jawab kakak perempuan tertua. Setelah semua putri siap, sang kakak tertua lalu menggesar kasurnya dan bertepuk tangan sebanyak tiga kali. Secara ajaib, kasur itu terbuka dan terdapat sebuah tangga menuju ke bawah tanah. Para putri secara bergantian menuruni tangga itu. Putri bungsu berada di paling belakang sementara kakak tertua memimpin jalan. Tangga itu sangat panjang dan berjumlah ratusan anak tangga. Di sisi lain, sang prajurit terus mengawasi mereka secara diam-diam. Ia lalu mengenakan jubahnya dan mengikuti para putri. Tak lama kemudian, si bungsu menghentikan langkahnya. “Kakak-kakak, tidakkah kalian merasa ada orang lain yang mengikuti kita?” ucap si bungsu. “Tenanglah adikku, tidak ada yang mengikuti kita. Kamu tak perlu merasa khawatir,” ucap kakak pertama. Mereka lalu melanjutkan perjalanan. Tanpa sengaja prajurit menginjak gaun si bungsu. Putri terakhir itu pun langsung berteriak, “Kakak! Ada yang menginjak gaunku,” ucapnya ketakutan. Kakak pertama segera mendekati adiknya. “Tidak ada apa-apa, Adikku. Tidak ada satu pun orang yang mengikuti kita. Kau hanya merasa terlalu takut dan khawatir. Bersikaplah tenang,” ucap sang kakak dengan bijak. Akan tetapi, kakak-kakak lainnya sangat kesal. Kakak kedua juga tak berhenti mengomeli adiknya si bungsu. “Kalau kau terus-terusan merengek, lebih baik kau kembali ke kamar!” ucapnya. Mengumpulkan Barang Bukti Setelah menuruni seluruh tangga, mereka lalu melewati pepohonan berdaun perak dan berkilau dengan indah. Prajurit lalu mengambil beberapa daun sebagai tanda bukti tempat tersebut. Saat ia menariknya, terdengar suara gemuruh dari pohon itu. Suara itu terdengar oleh putri bungsu dan membuatnya ketakutan. “Kakak, tidakkah kau mendengar suara gemuruh dari pepohonan? Aku belum pernah mendengar sebelumnya,” ujar si bungsu. Dengan bijak dan tenang, kakak tertua berkata, “Oh, mungkin kau hanya mendengar suara para pangeran yang sedang menantikan kehadiran kita. Tak usah takut.” Usai melewati rerimbunan perak, mereka pun berjalan di pepohonan emas. Prajurit kembali menarik dedaunan emas itu sebagai bukti. Suara gemuruh kembali terdengar oleh sang putri bungsu. Tapi, ia hanya diam saja karena khawatir kakak-kakaknya akan marah. Terakhir, mereka melewati sebuah pepohonan berlian. Seperti biasa, prajurit mengambil daun sehingga suara gemuruh pun tercipta. Si bungsu mendengarnya, tapi ia memilih diam. Lalu, tibalah mereka di sebuah danau yang cukup besar. Di sisi danau itu terdapat dua belas perahu kecil dengan pangeran di masing-masing perahu. Mereka tampak menunggu para putri. Setiap putri pergi ke masing-masing perahu. Prajurit itu lalu menaiki perahu yang sama dengan si bungsu. Saat perahu melaju, pangeran yang mendayung perahu merasa berat. “Putri, entah kenapa aku merasa perahu ini semakin berat. Sekuat apa pun aku mendayung, kita bisa melaju dengan cepat. Kapal ini tak seringan biasanya,” ucap sang Pangeran. “Benarkah? Aku juga merasa sangat hangat di sini. Tak sedingin biasanya. Tapi, sebenarnya aku merasa ada banyak hal aneh yang terjadi hari ini,” ucap sang putri. Di balik jubah ajaib, sang prajurit hanya bisa menahan napas karena khawatir kehadirannya diketahui oleh semua orang. Menari di Sebuah Istana Megah Sumber Youtube – Fairy Tales and Story for Kids Di sisi lain danau tersebut, berdirilah sebuah istana yang sangat megah. Prajurit muda itu terkesima. “Bagaimana mungkin ada istana megah di bawah istana? Sungguh hal yang sangat mustahil,” ucapnya dalam hati. Lalu, mereka mendarat di dekat istana itu. Para pangeran menggandeng tangan para putri dan mulai masuk ke istana. Dengan perlahan, prajurit muda mengikuti mereka. Di dalam istana itu terdapat aula yang sangat besar dan mewah. Para pangeran dan putri memasuki aula itu. Mereka lalu menari dan berdansa dengan penuh suka cita. Karena tak kuasa menahan lapar, prajurit pun memakan sepotong roti yang rupanya milik si bungsu. Putri bungsu terkejut meliha kue yang hendak ia makan melayang. “Hei! Kueku kenapa bisa terbang dengan sendirinya,” teriaknya terkejut. “Sudahlah! Berhenti mengatakan hal-hal yang membuatmu ketakutan. Tenanglah dan jangan membuat semua orang takut,” ucap kakak bungsu pun hanya bisa terdiam mendengar ucapan kakaknya. Ia lalu beristirahat sejenak karena berpikir dirinya kelelahan. Prajurit mengambil piala emas yang ada di istana itu dan memasukannya ke dalam tas. “Aku harus membawa piala ini sebagai bukti tentang istana ini,” ucapnya dalam hati. Para putri menari dengan riang hingga jam tiga pagi. Tak heran bila sepatu mereka lantas kumuh dan berlubang. Setelah selesai menari, mereka pun kembali ke perahu untuk pulang ke kerajaan. Kali ini, parajurit tak menaiki perahu si bungsu melainkan si sulung. Kembali ke Istana Pangeran yang mendayung perahu bersama putri sulung pun bertanya. “Aku rasa perahu yang kita naiki tak seringan tadi. Rasanya semakin berat,” ucap pangeran itu. “Aku rasa itu karena aku semakin bahagia telah menari malam ini. Mungkin saja karena itu aku menjadi lebih berat,” Putri Sulung selalu punya jawaban bijak untuk setiap pertanyaan. Hal itu membuat prajurti yang bersamanya merasa tertarik. Setibanya di danau dekat istana, para putri berpisah dengan pangeran. Mereka melambaikan tangan pada pangeran-pangeran yang mulai mendayung pergi. “Kami akan datang lagi besok malam,” ucap salah satu putri. Saat perjalanan kembali ke istana, prajurit tampan itu mendahului para putri. Ia lalu kembali ke kamar dan berpura-pura tidur. Ketika kedua belas putri itu sampai di kamar megah, mereka langsung mengintip ke kamar prajurit. “Syukurlah ia masih tertidur pulas,” ucap putri kedua. Mereka dengan cepat berganti pakaian dari gaun ke baju tidur. Lalu, mereka melepas sepatu dan pergi tidur. Sang prajurit merasa senang karena ia berhasil memecahkan misteri sepatu putri. “Akhirnya aku bisa memecahkan misteri ini dan membantu raja menuntaskan kekhawatirannya,” ucap si prajurit dalam hati. Baca juga Cerita Dongeng Kakek Pemekar Bunga dari Jepang Beserta Ulasan Menariknya, Kisah Pengingat untuk Selalu Berbuat Baik dengan Ketulusan Menceritakan Misteri Sepatu Putri Pada Raja Ketika matahari telah terbit, Raja menemui prajurit itu. “Apakah kau sudah berhasil menemukan misteri sepatu anakku yang lusuh?” tanya Raja. “Tentu saja Raja, aku telah menemukan jawabannya,” ucap Prajurit itu tersenyum. Ia secara runtut menceritakan ke mana perginya para putri hingga sepatu mereka rusak dan lusuh. Raja awalnya tak percaya. “Mana ada kastil megah di bawah istanaku. Kau pasti mengarang agar terhindar dari hukuman mati,” ucap Raja. Untung saja, pemuda itu membawa bukti. “Aku yakin kau pasti tak percaya dengan omonganku. Karena itu, aku membawakanmu barang-barang unik yang ada di sana,” ucapnya sambil memberikan dedaunan dan piala emas yang ia bawa. Raja lalu memercayai perkataan pemuda itu. “Sekarang aku percaya dengan kata-katamu,” ucap Raja. Ia lalu memanggil seluruh putri untuk memastikan kembali cerita dari sang pemuda itu. Mereka tak bisa mengelak karena semua itu benar adanya. “Iya benar, Ayah. Selama ini, kami memang pergi ke kastil di bawah istana ini untuk menari. Kami sangat menyukainya,” ucap Putri Sulung. “Tapi, Anakku, tidakkah kau merasa ada yang salah? Siapa sebenarnya mereka? Apa kalian tak takut bila mereka berbuat kejahatan?” ucap Raja. Sejak saat itu, akses menuju ke kastil bawah tanah ditutup oleh Raja. Tak ada satu pun putri yang boleh memasukinya. Raja melakukan semua itu semata-mata karena mengkhawatirkan keselamatan anak-anaknya. Prajurit Memilih Putri Sumber Youtube – T-Series Kids Hut Ketika sore menjelang, Raja kembali menemui pemuda itu. “Kau prajurit yang jujur. Aku sudah bertanya pada anak-anakku dan mereka mengakuinya. Sesuai janjiku, kamu kuberi waktu semalam untuk memilih siapa putri yang akan kau nikahi,” ucap Raja. “Tapi sebenarnya aku hanya ingin membantumu Raja. Aku tak ingin bila para putri terpaksa menikah denganku,” ucap prajurit itu dengan bijaksana. “Tenang saja. Putri-putriku tidak akan merasa terpaksa. Ditambah lagi kamu sangat tampan dan pemberani, mereka pasti menyukaimu,” ucap Raja. “Aku beri kau waktu hingga esok hari,” ucap Raja seraya meninggalkan pemuda itu. Semalaman, pemuda itu tak bisa tidur. Ia terus-terusan memikirkan putri siapa yang kan jadi pilihannya. “Aku tak megenal siapa mereka. Mana mungkin aku memilih salah satunya,” ucapnya bingung. Karena sangat bingung, ia pun keluar dari kamarnya dan berjalan-jalan ke istana. Putri Sulung datang menghampirinya dan memberikan segelas air putih. “Apakah air ini akan membuatku merasa mengantuk?” tanyanya. Sang putri tertawa dan berkata, “Tentu tidak. Kau ini sangat lucu. Rahasia kami sudah terkuak. Untuk apa membuatmu tertidur,” ucap sang Putri Sulung. “Walau aku dan adik-adikku tampak nakal karena telah melanggar peraturan istana, kami sebenarnya tak seburuk itu. Kau orang yang baik. Kami tak akan menolak jika kau meminta salah satu dari kami untuk menikah denganmu,” ucap Putri Sulung tersenyum. Ia tahu jika pemuda itu tak bisa tidur karena harus memilih salah satu di antara 12 putri. Ucapan itu membuat sang prajurit semakin yakin dengan pilihannya. Putri Pilihan Prajurit Keesokan harinya, keduabelas putri dan Raja berkumpul. Lalu, si prajurit itu datang untuk menyatakan pilihannya. “Setelah menimbang semalaman, aku rasa aku menyukai Putri Sulung. Aku menyukai kebijaksanaan dan sikapnya yang baik. Namun, jika Putri Sulung menolak, aku tak masalah. Yang penting, aku bisa pulang dengan pengalaman berharga selama di istana ini,” ucap Prajurit. Mendengar kalimat itu, para putri merasa tersentuh. Begitu pula dengan Putri Sulung. “Sejujurnya, aku pun telah tertarik padamu sejak pertama bertemu. Kau tampak baik, berbeda dengan pria-pria lain yang berusaha mengikuti sayembara ini,” ucap Putri Sulung. “Oleh sebab itu, aku mau menjadi istrimu,” ucap Putri Sulung di hadapan ayah, prajurit, dan adik-adiknya. Mereka pun bersorak sorai tanda bahagia. Sore itu juga, pesta pernikahan pun digelar di istana. Mereka pun hidup dengan bahagia. Berangsur-angsur, para putri juga telah menemukan pasangan mereka masing-masing. Unsur Intrinsik Usai membaca cerita dongeng 12 Putri Menari ini, apakah kau penasaran dengan unsur intrinsiknya? Kalau iya, simak ulasan singkatnya berikut ini; 1. Tema Tema atau inti cerita dongeng ini adalah tentang 12 putri yang menari secara diam-diam di kastil bawah istana hingga sepatu mereka lusuh dan berlubang. Hal itu membuat Raja khawatir hingga membuat sayembara bahwa siapa pun pria yang berhasil memecahkan misteri lusuhnya sepatu para putri, ia akan menikahi salah satu di antara anak-anaknya. 2. Tokoh dan Perwatakan Sumber Amazon Ada beberapa tokoh utama dalam cerita dongeng 12 Putri Menari. Mereka adalah Raja dan keduabelas anaknya, serta prajurit. Raja sebenarnya merupakan pemimpin bijak yang berhasil membuat rakyatnya hidup makmur. Ia juga merupakan sosok ayah yang sangat menyayangi dan ingin selalu melindungi anak-anaknya. Akan tetapi, ia membuat kebijakan yang sedikit kejam, yaitu menghukum mati orang-0rang yang mengikuti sayembara tapi tidak bisa memecahkannya. Tokoh utama berikutnya adalah 12 putri. Dalam dongeng ini, tak seluruh sifat 12 putri tersebut dijelaskan secara detail. Hanya Putri Sulung yang digambarkan sebagai sosok wanita bijak dan dewasa. Lalu, si Bungsu digambarkan sebagai sosok yang peka dan penakut. Selain tokoh utama, cerita dongeng ini juga memiliki beberapa tokoh pendukung. Di antaranya adalah pangeran dari negeri sebelah, nenek-nenek, dan para pangeran tampan. 3. Latar Ada beberapa latar tempat yang diceritakan dalam dongeng 12 Putri Menari ini. Pada awal cerita, latar yang digunakan adalah di istana kerajaan. Lebih tepatnya di kamar putri dan kamar pria yang mengawasi mereka. Berikutnya, cerita dongeng 12 Putri Menari terjadi di rumah prajurit dan di sebuah jalanan tempat ia bertemu dengan nenek-nenek. Cerita kembali ke istana dan ke sebuah kastil tempat para putri menari dengan para pangeran misterius. Baca juga Kisah Dongeng Hercules dari Mitologi Romawi dan Ulasan Menariknya, Cerita Jalan Hidup Pahlawan Pemberani Setengah Dewa 4. Alur Cerita Dongeng 12 Putri Menari Alur cerita dari dongeng 12 Putri Menari adalah maju atau progresif. Cerita berawal dari seorang Raja yang merasa khawatir karena sepatu keduabelas putrinya tampak lusuh dan berlubang tiap pagi. Pada akhirnya, ia membuat sayembara. Jika ada pria yang berhasil memecahkan misteri sepatu lusuh itu, ia akan menikah dengan salah satu anaknya. Bila yang berhasil memecahkannya adalah seorang perempuan, maka ia bebas memilih apa pun hadiahnya. Akan tetapi, jika gagal, maka ia akan dihukum mati. Meski hukumannya sangat keji, pangeran dari negeri sebelah tetap ingin mencoba. Ia terus mengawasi gerak-gerik para putri. Tapi, ia gagal karena selalu ketiduran. Beberapa pria yang mencobanya selalu gagal. Sampai akhirnya, ada seorang prajurit muda yang sudah tak ikut berperang lagi. Ia awalnya ingin ke istana untuk mencari pekerjaan. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang nenek yang membutuhkan pertolongan. Dengan sigap dan tulus, prajurit itu menolong sang nenek. Sebagai imbalan, nenek itu memberinya jubah ajaib dan memintanya mengikuti sayembara yang Raja adakan di istana. Nenek itu juga memberikan nasihat agar sang prajurit tidak meminum apa pun air yang putri berikan. Pada malam pertama dan kedua, prajurit itu gagal memecahkan misteri para putri. Sebab, ia lupa dengan pesan sang nenek. Pada malam ketiga, barulah ia teringat dan tak minum air dari para putri. Ia lalu menggunakan jubah ajaib yang membuatnya tembus pandang itu untuk mengawasi para putri. Lalu, terkuaklah sudah rahasia para gadis itu. Rupanya, mereka selama ini pergi ke kastil bawah istana untuk menari dengan para pangeran-pangeran tampan. Keesokan harinya, Prajurit memberitahukan penemuannya pada Raja. Sesuai janjinya, Raja meminta prajurit itu untuk memilih salah satu dari anak-anaknya untuk menjadi istrinya. Setelah semalaman memilih, akhirnya, prajurit itu memilih Putri Sulung dna mereka pun menikah. 5. Pesan Moral Dari cerita dongeng 12 Putri Menari bahasa Indonesia ini, pesan moral apa sajakah yang bisa kamu petik? Amanat pertama adalah jangan berbohong kepada orang tuamu. Jangan seperti para putri yang diam-diam dan secara sembunyi-sembunyi menemui para pangeran untuk menari. Mereka lupa waktu sehingga sepatu mereka lusuh dan berlubang. Hal itu membuat Raja khawatir dan cemas. Ia takut bila anak-anaknya berhadapan dengan sutau hal yang buruk. Pesan berikutnya dari cerita dongeng Putri Menari adalah jadilah orang baik seperti Prajurit. Karena kebaikan hatinya menolong nenek yang membutuhkan pertolongan, ia mendapatkan imbalan berupa jubah ajaib dan nasihat berharga. Selain unsur intrinsik, cerita dongeng 12 Putri Menari juga ada unsur ekstrinsiknya. Di antaranya adalah nilai-nilai dari luar kisahnya yang mempengaruhi berlangsungnya jalannya cerita. Seperti, nilai sosial, budaya, dan moral. Baca juga Kisah Iblis dengan Tiga Rambut Emas Beserta Ulasan Lengkapnya, Dongeng Seorang Raja yang Ingin Melenyapkan Pangeran Baik Hati Fakta Menarik Nah, usai membaca cerita dongeng 12 Putri Menari dan unsur intrinsiknya, kurang lengkap rasanya kalau belum membaca fakta menariknya. Apa sajakah itu? Berikut ulasannya; 1. Dongeng Brothers Grimm Ilustrasi Twelve Princesses Dancing dari Elenore Abbott Sumber Wikimedia Commons Kamu mungkin masih asing dengan pendongeng Brothers Grimm. Mereka memiliki beragam dongeng yang cukup populer, seperti Rapunzel, Si Gadis Berkerudung Merah, serta Hansel dan Gretel. Kisah 12 Putri Menari juga merupakan merupakan koleksi dari Brothers Grimm. Dalam bahasa Inggris, cerita dongeng ini berjudul The Twelves Dancing Princesses atau The Shoes that were Danced to Pieces. Sedangkan dalam bahasa Jerman adalah Die zertanzten Schuhe. 2. Diadapatasi ke Film Barbie Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan film kartun Barbie dengan beragam kisahnya, kan? Nah, dongeng 12 Putri Menari ini juga diangkat menjadi film kartun Barbie. Film berdurasi 81 menit tersebut rilis pada 19 September 2006. Cerita dalam film ini tak sama persis dengan dongeng 12 Putri Menari yang kami paparkan di artikel ini. Dalam film berjudul Barbie in the 12 Dancing Princesses, ada beberapa tokoh jahat yang mencoba mengusik kebahagiaan istana. Baca juga Dongeng Tujuh Burung Gagak dan Ulasan Lengkapnya, Kisah Tujuh Anak Laki-Laki yang Ingin Menyelamatkan Sang Adik Bagikan Cerita Dongeng 12 Putri Menari ke Teman-Temanmu Itulah tadi cerita dongeng 12 Putri Menari beserta ulasan seputar unsur intrinsik, pesan moral, dan fakta menariknya. Kamu suka dengan kisahnya, bukan? Kalau suka, jangan ragu tuk membagikannya ke teman-temanmu. Buat yang pengen baca cerita selain dongeng 12 Putri Menari, langsung saja kepoin kanal Ruang Pena. Ada beragam dongeng yang bisa kamu pilih, seperti cerita Cermin Ajaib, dongeng Rumpelstiltskin, dan kisah Pinokio. Selain dongeng, di Ruang Pena juga ada beragam cerita rakyat Nusantara. Misalnya saja seperti legenda Kota Makassar, asal usul terbentuknya Danau Batur, cerita rakyat Buaya Tembaga, dan masih banyak lagi. Selamat membaca! PenulisRinta NarizaRinta Nariza, lulusan Universitas Kristen Satya Wacana jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, tapi kurang berbakat menjadi seorang guru. Baginya, menulis bukan sekadar hobi tapi upaya untuk melawan lupa. Penikmat film horor dan drama Asia, serta suka mengaitkan sifat orang dengan zodiaknya. EditorKhonita FitriSeorang penulis dan editor lulusan Universitas Diponegoro jurusan Bahasa Inggris. Passion terbesarnya adalah mempelajari berbagai bahasa asing. Selain bahasa, ambivert yang memiliki prinsip hidup "When there is a will, there's a way" untuk menikmati "hidangan" yang disuguhkan kehidupan ini juga menyukai musik instrumental, buku, genre thriller, dan misteri.